berikut pertanyaan dan jawaban yang saya refleksikan dari
pertemuan kelima perkuliahan filsafat ilmu oleh Prof. Marsigit :
1.
Pandang filsafat dalam pelecahan agama itu seperti apa?
Agama jika
dalam kajian kita masuk kedalam spiritualitas, sedangkan pelecahan itu termasuk
pemanfaatan bahasa. Bahasa tidak akan mampu mencerminkan pikiran, maka terkadang
pikiran saja tidak terlalu lengkap apalagi bahasa ada yang disadari, tidak
disadari, sepenggal-penggal dan sebagainya. Sehingga hal tersebut bisa
memberikan suatu makna berbeda terhadap
apa yang dimaksudkan, maka dari itu akan menimbulkan suatu pelecehan.
Pelecehan agama itu terjadi jika tidak menerapkan dalil-dalil sesuai dengan
ruang dan watunya, maka apalah daya pikiran kita dalam memikirkan agama, hal
tersebut hanya bisa kita rasakan ketika kita berdoa.
2. mengapa sulit mencerna tulisan ?
Caranya baca baca dan baca, terus-menerus diulangi. Kenapa sulit?
karena sebagian ditulis dengan bahasa analog. Bahasa analog merupakan bahasa
metafisik, dimana metafisik itu ialah maksudnya ada dalam makna sebaliknya.
Jadi yang kita lihat, dengar dan rasakan itu merupakan kualitas pertama,
sedangkan metafisik merupakan kualitas kedua, ketiga, dan seterusnya. Sampai
kapan ? tidak akan berakhir, ini yang dinamakan dengan infinitrigres.
3. Apa di dunia ini ada yang berlaku sebagai
bukan benar dan bukan salah?
Banyak sekali, misalnya saya dan kamu itu merupakan bukan benar dan
bukan salah.
Contoh : A adalah himpunan dari x dimana x ≠ x, apakah x anggota
himpunan A?
Jawabannya : x merupakan angota dan bukan anggota himpunan A, jadi
x itu merupakan benar dan bukan benar sebagai anggota A. Kenapa? Karena kedua
unsur tersebut ada dalam himpunan A. Begitupun dalam berfilsafat jika kita
salah menempatkannya akan berbahaya. Bahayanya berfilsafat jika tidak
memperhatikan ruang dan waktu, parsial, dan salah paham. Misalnya : Bisakah
tuhan menciptakan batu yang dangat besar sedemikian rupa sehingga tuhan sendiri
tidak mampu mengangkanya
4.
Apa itu cinta,
kasih, rindu dan sayang?
Cinta, kasih, rindu, benci dan sayang filsafatnya adalah
Romantisism. Jadi semua itu ikonik, tergantung pikiran anda masing-masing.
Dunia itu romantis. Ikonik itu ada yang dekat dan ada yang jauh. ikonik itu dekat
dengan determinism. Pertempuran dan perebutan kekuasaan bisa juga disebut
dengan Romantisism, maka pertempuran antar negara bisa juga isomorfis (setara
dengan percintaan). Dari sisi ikonik romantis, sebenar-benar hidup adalah
romantis. Sedangkan dari sisi ekonik ekonomi, sebenar-benar hidup adalah
ekonomi. Dan sebenar-benar dunia adalah seperti apa yang engkau pikir dan
rasakan.
5.
bagaimana
menyeimbangkan dan menyelaraskan antara pikiran, hati dan perbuatan.
jalani pikiran anda, wujudkanlah pikiran anda dalam bentuk tindakan
dan pikirkan tindakan anda kemudian doakan pikiran anda dan doakan tindakan
anda. jika dirangkum menjadi satu disebut dengan Hermenetika. Hermenetika
berasal dari kata Hermein yaitu seorang dewa di jaman Yunani. Dewa Hermein dianggap
sebagai dewa yang mampu mendengar bisikan Tuhan yang kemudian disampaikan
kepada masyarakat. Maka Hermein berarti menterjemahkan dan Hermenetika berarti
menterjemahkan dan diterjemahkan. Dalam bahasa jawa disebut dengan Cokro
Manggilingan, Cokro itu bundar dan Manggilingan itu berjalanan. Jadi, Cokro
Manggilingan adalah sesuatu yang bundar yang berjalan.
6.
bagaimana
mengatakan yang mungkin ada?
Mengatakan yang
mungkin ada yaitu dengan cara Hermenetika
7.
apa itu A
priori?
A priori itu paham tetapi belum melihat, mendengar atau mungkin
belum menyentuh. Contoh: kamu memahami bahwa kamu memiliki jantung, maka dikatakan
pemahamanmu tentang jantung itu bersifat A priori.
8. Bagaimana salah dan benar dalam filsafat?
Apakah wadah dan isi?
Bahasa analog, wadah dan isi. Jika
wadahnya suami, maka isinya istri. Jika wadahnya kakak, maka isinya adik. Jika
wadahnya wadah maka isinya isi. Jika wadahnya ruang maka isinya waktu. Jika
wadahnya waktu maka isinya ruang. Kenapa isi isinya wadah? Kaena
infinitrigres terus menerus. Jika
wadahnya langit maka isinya bumi. Jika wadahnya dompet maka isinya duit.
9.
Bagaimana agar bisa terus konsisten?
Hidup ini tidak konsisten, kontradiktif. Berlaku A tidak sama dengan A,
Karena terikat pada ruang dan waktu.
10.
Benar dan salah
Benar dan salahnya pikiran itu konsiten
atau tidak konsisten. Benar dan salah kenyataan itu adalah cocok dan tidak cocok. Cocok dan tidak cocok yaitu korespondensi.
Konsisten sama dengan koherensi.
11. penyesalan?
penyesalan itu termasuk romantis. Tapi
dalam pikiran yang dinaikkan dalam spiritualitas, penyesalan yaitu mohon mpun
atas segala dosa.
12. Apakah bapak punya gengsi?
“ya setiap saat punya gengsi saya”.
Gengsi terhadap yang tidak sesuai dengan ruang dan waktu.