Rabu, 24 Oktober 2018

Refleksi ketiga kuliah filsafat ilmu


Jaman dulu menggunakan masker justru merasa malu kalau ketahuan sedang sakit, Justru menjadi munafik karena menyebarkan virus padahal menggunakan masker merupakan sebuah good behavior. Beda halnya dengan merokok. Tidak semua orang menyukai asap rokok. ada yang tidak bisa merokok dan yang menggunakan rokok hanya untuk bergaya saja dan itu banyak terlihat dari anak kecil yang terkena pengaruh rokok biasanya karena ingin mencari jati diri.
Suatu ketika spiritual Pak Marsigit merasa dalam tingkat yang tertinggi kemudian sholat berjamaah di masjid. Hal tersebut termasuk bagian dari mencari jati diri. Setelah sholat subuh melakukan sholat sunnah padahal tidak ada tuntunannya dalam Islam. Mencari jati diri sampai tuapun juga masih bisa terjadi. Contoh lain suatu ketika ada orang yang baru saja menunaikan ibadah haji dan ada tetangganya yang meninggal. Diberikan kepercayaan oleh yuang lainnya untuk memimpin sholat jenazah. Karena untuk mencari jati diri, orang itu mau melakukannya tapi tidak memahami dengan betul hingga melakukan sujud saat memimpin sholat jenazah. Saat salah hanya bisa menyalahkan orang lain yang menyuruhnya memimpin sholat jenazah. Hidup selalu mencari jati diri dan selalu belajar.
Bapak Marsigit menjelaskan objek dari filsafat yaitu segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Jika harus menyebutkan, bermilyar pangkat bermilyar maka kamu tidak akan mampu untuk menyebutkannya. karena filsafat itu merupakan olah pikir maka yang mungkin ada dimaksudkan yang ada dalam pikiran. Kita mengetahui sedikit yang ada dalam pikiran kita, satu diantara semiliar pangkat semiliar dari keseluruhan yang mungkin ada yang bisa kita pikirkan. Atau juga yang ada dan yang mungkin ada di dalam hati
Permasalahan dalam filsafat hanya ada 2 macam, yaitu : bagaimana kamu bisa menjelaskan yang ada dalam pikiranmu, dan bagaimana kamu mengerti apa yang di luar pikiranmu. Sejak zaman Socrates dari 200 tahun yang lalu, terbukti tidak ada orang yang mampu melakukannya. Yang ada adalah semua orang atau sebagian orang mengaku merasa mengerti. Belajar berfilsafat adalah memposisikan diri dan mendudukan kembali kesadaran manusia yang sudah merasa mengerti sebetul-betulnya hanya sebagian.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar