Seperti pertemuan kemarin, Pak
Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta mahasiswa untuk mengatur bangku
duduk membentuk setengah lingakaran. Perkuliahan diawali dengan tes jawab
singkat dan dilanjutkan dengan melakukan tanya-jawab oleh mahasiswa kepada
Bapak Marsigit. Kami menjalani tes jawab singkat pertama dengan 20 soal. Dari 20
soal, tidak ada satupun soal yang dapat saya jawab dengan benar. Saya
mendapatkan nilai nol dan seluruh mahasiswa mendapatkan nilai nol.
Menurut Pak Marsigit kebanyakan
jawaban dari mahasiswa tidaklah lengkap, kebanyakan jawaban tersebut
mendzholimi jawaban lainnya yang belum sempat untuk diutarakan. Padahal jawaban
yang lain dn belum sempat untuk diutarakan itu juga memiliki hak untuk
diutarakan. Lantas jika begitu maka mengapa hanya menjawab satu jawaban saja? Jawaban
para mahasiswa itu parsial, parsial itu ialah sumber persoalan. Seluruh persoalan yang ada di dunia
dikarenakan manusia itu parsial, dan ini sangat bahaya. Jawaban dari 20 soal
pertanyaan singkat tersebut haruslah diawali kata “BELUM TENTU KARENA”, setelahnya
kemudian baru bisa diikuti oleh jawaban yang ingin dituliskan oleh mahasiswa yang
bersangkutan. Sebagian manusia itu sering merasa tergoda untuk menganggap
dirinya mengerti dan itu berbahaya. Filsafat itu berbeda dengan matematika,
jika dalam matematika yang tadinya tidak paham berubah menjadi paham, tetapi
sebaliknya, dalam filsafat yang tadinya paham justru menjadi tidak paham. Pak
Marsigit menyampaikan bahwa sebenarnya tugas beliau adalah
mengguncang-guncangkan pikiran para mahasiswa.
Terjadi goncangan di dalam pikiran itu tidaklah begitu masalah, tapi
janganlah terjadigoncangan di dalam hati. Sedikit saja ada goncangan di dalam
hati itu datangnya dari syaiton/setan.
Namun ternyata inilah yang
diharapkan oleh Prof. Marsigit. Menurut beliau dengan nilai nol yang
didapatkan ini, diharapkan mahasiswa tidak lagi berlaku sombong dengan apa yang
dimilikinya, karena dengan apa yang mereka peroleh dalam tes jawab singkat ini
menunjukkan bahwa sebenarnya mereka masih dalam keadaan kosong. Untuk itu
hendaklah mahasiswa melakukan koreksi terhadap diri masing – masing agar
menjadi lebih baik kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar